motivation

computer

News

view:  full / summary

Manajemen Sakit Hati

Posted by zacktiyan on January 22, 2010 at 1:56 PM Comments comments (2)

Hampir

setiap orang tentu pernah mengalami sakit hati dalam hidupnya. Baik

dalam keluarga, berteman, maupun bermasyarakat. Sebagaimana sifat sedih

dan gembira, rasa yang satu ini adalah suatu kewajaran dalam hidup

manusia. Apalagi, mengingat manusia adalah mahluk sosial, yang dalam

setiap interaksinya tidak lepas dari kekhilafan.

Sebab-sebab datangnya perasaan ini pun bermacam-macam. Dari masalah

sepele hingga masalah besar, dapat menjadi pemicunya. Misalnya berawal

dari perbedaan pendapat, adanya konflik atau ketidakcocokan, hingga iri

dan dengki. Bila perasaan ini dibiarkan terlalu lama bercokol dalam

hati, maka tidak sehatlah hati itu. Pemiliknya pun akan stress dan jauh

dari keceriaan. Lebih jauh lagi, hal itu bisa menjauhkan manusia dari

RabbNya. Na'udzubillaahi mindzaalik.

Bagaimana memenej rasa sakit hati, agar tidak membuahkan dosa dan

azabNya bagi kita sendiri? Allah dan RasulNya telah mengajarkan

kiat-kiat tersendiri yang dapat menjadi penawar, bila diamalkan. Apa

sajakah itu?


1. Muhasabah (Koreksi Diri). Sebelum kita menyalahkan orang

lain, seharusnyalah kita melihat diri kita sendiri. Bisa jadi kita

merasa tersakiti oleh saudara kita, padahal ia tak bermaksud menyakiti.

Cobalah bertanya pada diri sendiri, mengapa saudara kita sampai

bersikap demikian. Jangan-jangan kita sendiri yang telah membuat

kesalahan.


2. Menjauhkan Diri dari Sifat Iri, Dengki, dan Ambisi. Iri,

dengki, dan ambisi adalah beberapa celah yang menjadi pintu bagi syetan

untuk memasuki hati manusia. Ambisi yang berlebihan, dapat membuat

seseorang buta dan tuli. Bila tidak dilandasi iman, seorang yang

ambisius cenderung akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan

ambisinya.

Demikian sifat iri dan dengki. Sifat ini berasal dari kecintaan

terhadap hal-hal yang bersifat materi, kehormatan, dan pujian. Manusia

tidak akan tenang bila dalam hatinya ada sifat ini. Manusia juga tak

akan pernah bisa bersyukur, karena selalu merasa kurang. Ia selalu

memandang ke atas, dan seolah tidak rela melihat orang lain memiliki

kelebihan atas dirinya. Maka hapuslah terlebih dahulu sikap cinta

dunia, sehingga dengki pun sirna.

Rasulullah bersabda, "Tidak boleh dengki kecuali kepada dua orang.

Yaitu orang yang diberi harta oleh Allah, kemudian memenangkannya atas

kerakusannya di jalan yang benar. Dan orang yang diberi hikmah oleh

Allah, kemudian memutuskan persoalan dengannya dan mengajarkannya."

(HR. Bukhari).


3. Menjauhkan Diri dari Sifat Amarah dan Keras Hati. Bila

marah telah timbul dalam hati manusia, maka kadang manusia bertindak

tanpa pertimbangan akal. Jika akal sudah melemah, tinggallah hawa

nafsu. Dan syetan pun semakin leluasa melancarkan serangannya, lalu

mempermainkan diri manusia. Ibnu Qudamah dalam Minhajul Qashidin

menyebutkan bahwa Iblis pernah berkata, "Jika manusia keras hati, maka

kami bisa membaliknya sebagai anak kecil yang membalik bola."

 

4. Menumbuhkan Sifat Pemaaf. "Jadilah engkau pemaaf, dan

suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari

orang-orang yang bodoh." Demikian firman Allah dalam Al-Qur'an Surat

Al-A'raf : 199.

 

Allah sang Khaliq saja Maha Pemaaf terhadap hambaNya. Tak peduli

sebesar gunung atau sedalam lautan kesalahan seorang hamba, jika ia

bertaubat dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan membukakan pintu maaf

selebar-lebarnya. Kita sebagai manusia yang lemah, tidak sepantasnya

berlaku sombong, dengan tidak mau memaafkan kesalahan orang lain,

sebelum ia meminta maaf. Insya Allah, dengan begitu, hati akan lebih

terasa lapang.

 

Rasulullah bersabda, "Bertakwalah kepada Allah di mana engkau

berada, tindaklanjutilah kesalahan dengan kebaikan, niscaya kebaikan

tersebut menghapus kesalahan tersebut, dan pergaulilah manusia dengan

akhlak yang baik." (HR. Hakim dan At-Tirmidzi).


5. Husnudhdhan (Berprasangka Baik). Allah berfirman, "Hai

orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya

sebagian prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah kalian mencari-cari

kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kalian menggunjing

sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging

saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya."

(QS. Al-Hujurat : 12).

 

Adakalanya seorang muslim berburuk sangka terhadap seorang muslim

lainnya sehingga ia melecehkan saudaranya. Ia mengatakan yang

macam-macam tentang saudaranya, dan menilai dirinya lebih baik. Tentu,

itu adalah hal yang tidak dibenarkan. Akan tetapi, hendaknya setiap

muslim harus mawas diri terhadap titik-titik rawan yang sering

memancing tuduhan, agar orang lain tidak berburuk sangka kepadanya.


 

6. Menumbuhkan Sikap Ikhlas. Ikhlas adalah kata yang ringan

untuk diucapkan, tetapi cukup berat untuk dilakukan. Orang yang ikhlas

dapat meniatkan segala tindakannya kepada Allah. Ia tidak memiliki

pamrih yang bersifat duniawi. Apabila Allah mengujinya dengan

kenikmatan, maka ia bersyukur. Bila Allah mengujinya dengan

kesusahannya pun, ia bersabar. Ia selalu percaya bahwa Allah akan

senantiasa memberikan yang terbaik bagi hambaNya. Orang yang ikhlas

akan lebih mudah memenej kalbunya untuk selalu menyerahkan segalanya

hanya kepada Allah. Hanya kepadaNyalah ia mengantungkan harapan.

 

Bila anda sedang dilanda sakit hati, cobalah amalkan kiat di atas.

Insya Allah, beban hati akan berkurang. Dada anda pun terasa lapang.

Insya Allah.


 

Maraji' :

 

- Minhajul Qashidin. Ibnu Qudamah

 

- Minhajul Muslim. Abu Bakr Jabir Al-Jazairi

 

Dari Majalah Nikah-6/I/2002

Semoga Bermanfaat...

Keep positive Thinking


Takut Salah? Nggak Usahlah!

Posted by zacktiyan on January 21, 2010 at 12:32 PM Comments comments (0)

Saya nyaris yakin bahwa Anda pasti bisa mengendarai sepeda. Roda dua maksud saya. Saya mengajak Anda berkelana ke masa lalu. Mari.....

Anda pasti masih ingat bagaimana indahnya masa-masa itu. Masa kanak-kanak ketika kita merasa begitu bebas dan merdeka menjelajahi pelosok kampung kita, atau malah ke kampung-kampung tetangga, dengan bersepeda.

Salah satu kenangan terindah kita, berasal dari masa-masa itu. Entah Anda tinggal di perkotaan, di kompleks perumahan, di dekat pasar, atau di desa, bersepeda menyusuri pematang sawah barangkali.

Masih ingatkah Anda, tentang segala hal yang Anda alami sebelum masa-masa indah itu bisa Anda nikmati?

 

Maksud saya, saat kita baru belajar menaiki sepeda. Saat kita dilanda gelora emosi karena belum juga bisa mengendalikan dan menyeimbangkan posisi bersepeda. Saat itu, kita melakukan begitu banyak kesalahan. Inilah di antara kesalahan yang pernah saya buat kala itu:

1. Jatuh ke selokan.

2. Menabrak pagar rumah orang.

3. Nyelonong keluar dari gang dan menyeruduk mobil lewat.

4. Menabrak sepeda teman.

5. Terpeleset pasir.

6. Rem blong.

 

Anda tambahkan sendiri pengalaman Anda.

 

Saat itu, setahu saya, belum banyak helm pengaman dijual. Apalagi pengaman siku dan lutut seperti yang banyak beredar sekarang. Masih bagus, jika waktu itu sepeda Anda punya rem yang berfungsi dengan sangat baik.

Saya sendiri, pernah belajar dengan sepeda yang tidak punya rem. Waktu itu, cara saya menghentikan sepeda adalah dengan menekan sandal jepit saya langsung ke roda depan. Ha...ha...ha. . berhenti juga, walaupun overshoot (landing melebihi batas landasan).

 

Dengan segala kesalahan dan blunder yang saya lakukan itu, banyak yang terjadi pada diri saya:

 

1. Lecet dan keseleo.

2. Lutut memar.

3. Tulang kering luka dan terkelupas.

4. Sikut carut-marut.

5. Kadang ya benjol juga jidat.

6. Dimarahi orang, ini pasti.

Belum lagi menangis, atau berkelahi berebut sepeda, dan diomeli orang tua atau tetangga.

 

Lagi, Anda bisa tambahi daftar ini.

 

Masihkah Anda ingat bagaimana rasanya, pedal sepeda yang memantul dan menutuk ke tulang kering Anda?

 

Masihkah Anda ingat bagaimana rasanya, terjerembab dengan telapak tangan menggelosor di atas aspal berpasir? Masih ingatkah Anda bagaimana rasanya malam hari setelah kejadian semacam itu? Telapak tangan yang terasa begitu panas dan berdenyut semalaman? Bisa jadi, Anda merasakannya sembari berlinang air mata dan terisak-isak.

 

Jawab pertanyaan saya, apakah semua kesalahan dan blunder itu, membuat Anda berhenti belajar naik sepeda?

Mengapa?

 

Ya! Tepat sekali, Anda ingin bisa.

 

The power of dream!

 

Kekuatan impianlah yang membuat Anda tetap berjuang dan belajar keras. Sampai bisa.

 

Kini, hari ini, saya yakin bahwa semua kesalahan dan blunder dari masa-masa itu, justru menjadi bagian dari keindahan itu sendiri. Setuju?

 

Jawab lagi pertanyaan saya. Kok bisa, kekuatan impian Anda begitu besarnya?

 

Ini rahasianya.

 

Ketika Anda kecil, Anda masih polos. Anda belum banyak dicekoki dan "diracuni" oleh berbagai pengertian dan pemahaman tentang benar atau salah, dan tentang baik atau buruk.

 

Saat itu, Anda sangat yakin dalam menyikapi segala kesalahan dan blunder yang terjadi. Di mata Anda, semua kesalahan dan blunder adalah semata-mata "kesalahan teknis".

 

Sejalan dengan usia dan pendidikan Anda, Anda mulai menyusun dan mengorganisir berbagai konsep dan pemahaman tentang salah, benar, baik, dan buruk. Tentang moralitas dan idealisme kehidupan. Sampai hari ini.

 

Ternyata, tanpa Anda sadari, Anda mulai merumuskan sebuah konsepsi baru tentang kesalahan, yaitu "kesalahan moral". Dan yang sangat sering terjadi, adalah kekurangwaspadaan Anda dalam memisahkan dua macam kesalahan itu.

 

Maka mulai sekarang, camkanlah ini.

 

Jika Anda mau melakukan sesuatu, dan kemudian menemukan berbagai kemungkinan kesalahan dan blunder yang mungkin akan terjadi, jangan langsung berhenti. Uji dahulu semua itu dengan menjawab pertanyaan-pertanya an ini:

 

Apakah jika kesalahan atau blunder itu terjadi, akankah:

 

1. Membuat Anda berdosa?

2. Membuat Anda masuk neraka?

3. Membuat Anda masuk penjara?

4. Mencederai moralitas dan keyakinan Anda?

5. Melukai orang-orang yang Anda cintai?

6. Merugikan khalayak?

 

Jika Anda bisa menjawab "tidak", maka segala kesalahan itu semata-mata hanya "teknis" sifatnya. Dan "kesalahan teknis" semacam ini, selalulah merupakan pembelajaran. Penting, dan bernilai untuk Anda. Jangan berhenti.

 

JANGAN BERHENTI!

 

Coba pertimbangkan hal-hal ini.

 

Anda mau membuka warung kelontong di garasi Anda, dan tetangga seberang rumah Anda sudah lebih dahulu membuka warung di garasinya. Anda ingin sekali, tapi Anda membatalkannya, karena "tidak enak hati".

 

Di Mangga Dua sana, ratusan toko elektronik berjajar rapi menjual barang yang identik dan persis sama. Rezeki ada yang mengatur!

 

Anda mau mengejar cita-cita, kemudian sekitar Anda memberi masukan negatif. Anda mau berhenti? Apakah Anda mau bilang, "apa kata orang nanti?"

 

Sudahlah. Jika Anda mampu menjawab "tidak" untuk enam pertanyaan di atas, lakukan saja!

 

LAKUKAN SAJA!

 

Di ballroom hotel Twin Plaza kemarin, ada seorang peserta yang bertanya kepada saya, "Pak, saya kok sering merasa terdemotivasi, gimana pak?" Saya bilang, "Bukan pak, Anda hanya sedang terdiskoneksi. ... - dari mimpi."

 

"People often think that they're being demotivated by their situations. No, they're just being disconnected from their dreams."

 

Semoga bermanfaat.

 


[Motivasi Islami] Takut Salah? Nggak Usahlah!

Mau Punya Jantung Sehat? Stop Merokok!

Posted by zacktiyan on January 21, 2010 at 12:10 PM Comments comments (0)

Banyaknya pekerjaan banyak memaksa para karyawan untuk duduk berjam-jam di depan komputer. Tidak hanya karyawan, para pelajar dan mahasiswa pun sudah melakukan hal yang sama. Ada yang mengerjakan tugas, ada pula yang sekedar browsing atau bermain game. Satu kesamaan di antar pengguna komputer tersebut, mereka menggunakan komputer selama berjam-jam tanpa istirahat. Tentu akan sangat buruk bagi kesehatan!

Biasanya, mereka hanya makan agar tidak merasa lapar saja tanpa memperhatikan gizi dari makanan yang mereka santap. Hal tersebut dapat membuat kondisi badan semakin buruk, terutama jantung. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga jantung agar tetap sehat. Ingin tahu tips apa saja yang dapat Anda jalankan? Mari kita simak beberapa tips singkat berikut.

1. Olah raga. Salah satu hal yang paling banyak dilupakan adalah gerak tubuh. Apabila para pecandu komputer sudah duduk terlalu lama, biasanya mereka lupa untuk bergerak. Oleh karena itu, berolah raga lah secara rutin. Jogging di pagi hari atau senam-senam ringan mungkin cocok buat Anda yang kurang memiliki waktu luang.

 

2. Berat badan. Berat badan berlebih merupakan salah satu penyebab tingginya serangan jantung. Kurangi makan makanan ringan terlalu banyak di waktu senggang, karena hal tersebut dapat membuat berat badan Anda cepat naik.

 

3. Makanan. Kontrol lah makanan Anda. Usahakan makan makanan yang sehat. Untuk menjaga jantung agar tetap sehat, usahakan makan makanan yang mengandung Omega 3. Kandungan tersebut banyak ditemukan di ikan. Makanan yang berserat juga dapat membantu jantung Anda. Oleh karena itu, jangan lupa makan sayuran. Kurangi juga makan makanan yang banyak mengandung kolestrol. Anda bisa mencegah tingginya kolestrol di makanan dengan cara makan bawang putih.

 

4. Jangan terlalu stres. Banyak refreshing apabila pekerjaan Anda sudah terlalu “membunuh”. Duduk santai mendengarkan musik, jangan yang terlalu keras, tapi dengarkan musik lembut. Jalan-jalan juga dapat membantu, tapi usahakan jalan ke tempat yang dipenuhi dengan keindahan alam. Jangan jadikan mall sebagai tempat favorit Anda. Kebanyakan belanja mungkin bisa membuat Anda makin stres.

 

5. Jangan merokok!


Ketika Cinta Berbalas

Posted by zacktiyan on January 21, 2010 at 9:55 AM Comments comments (0)

Saya masih ingat ada seorang sahabat yang menulis artikel dengan judul "Cinta tak terbalas". Ya,� jika udah bicara tentang "CINTA" , tidak� akan pernah ada kata akhirnya, karena CINTA adalah anugerah yang indah sekaligus bikin gelisah.

 

Cinta tak/belum terbalas mungkin menyakitkan .. bikin penasaran � sekaligus berbunga angan-angan, "andaikan dia mau sama aku..", "apa dia tahu perasaanku ya ?".Mau tidak mau, kita dipaksa untuk mengakui dengan jujur�. , tiap hari pertanyaan serupa itu selalu muncul berganti-ganti. o:p>

 

Bila si dia menunjukkan respon ke arah "sana", hati kita langsung "kling-kling" bersinar cemerlang, serasa hanya kita yang diperhatikan .. "o, ternyata benar .. dia juga punya perasaan sama", "tuh, hanya aku yang dapat perhatian seperti itu�bla bla..bla ". Lagi, kalau si dia yang bikin kita kebat-kebit cuek dalam satu hari, hati tanpa dikomando bilang "tuh kan, aku mah ge-er aja� ", "ah, ternyata dia nggak suka ma aku". Lingkaran ini akan selalu berputar tak berkesudahan bila kita tidak bertanya langsung kepada si dia (karena takut resikonya ditolak).

Setuju sekali dengan pendapat sang ukthi, betapa naifnya hanya karena cinta pada satu orang, kita melupakan cinta dari orang-orang yang telah memberikan cinta sejatinya dari orang tua, saudara, sahabat, guru-guru, dll.

Nah, sekarang bagaimana kalau CINTA BERBALAS ? Apakah memang seperti gambaran orang-orang yang patah hati karena cinta mereka bertepuk sebelah tangan ? Cinta yang berbalas itu indah dan membahagiakan ?.

 

Cinta. Anugerah terindah itu pasti akan pernah mampir kepada manusia, makhluk ciptaan-Nya yang dilengkapi akal dan perasaan. Kita juga tidak pernah berencana untuk mencintai seseorang. Cinta itu datang tak terduga, mengalir begitu saja dan paling parah.. sukar untuk menghentikannya.! Di saat, virus merah jambu itu datang pada kita� dan bluss !! ternyata� CINTA ITU BERBALAS! Benar-benar indahkah ?

Membahagiakan kah ? Ternyata dari beberapa hasil survey, didapat kesimpulan "Cinta yang berbalas juga tidak selamanya sesuai harapan". ILMU, yang dilengkapi oleh kejujuran hati nurani yang dititipkan oleh SANG PEMILIK CINTA membuat kita gelisah : takut zina hati sekaligus menikmati gejolak perasaan yang bervariasi.

 

Hari-hari dipenuhi keraguan.. di saat kita gembira bertemu dengan "dia", di saat itu pula rasa "takut" hadir, di saat kita merindukannya, di saat itu pula kita merasa malu karena kita jarang mengingat pemiliknya, Ar-Rahman. Pergulatan batin akan jadi sangat melelahkan jika kita tidak berusaha untuk "mempertahankan" diri sekuatnya.

Okelah, bagi yang sudah punya kemampuan dan keinginan untuk menikah dalam restu orang tua, mereka punya solusi : SEGERA MENIKAH !. Berbahagialah bagi sahabat-sahabat yang berada dalam atmosfir seperti ini.

 

Nah, bagi yang belum punya kemampuan ? atau yang jatuh cinta pada yang nggak seakidah, atau yang belum direstui orang tua untuk segera menikah, atau lagi, yang jatuh cinta pada tunangan, suami atau isteri orang lain ? Wah.. wah.. ini nih UJIAN BERAT!, bukan berarti Allah nggak sayang sama kita, memberi anugerah sekaligus cobaan, tapi justru kita adalah orang-orang yang terpilih untuk membuktikan kesungguhan cinta kepada-Nya. Lalu ? Haruskah kita hanyut dan terlena dengan cinta yang sesaat ini ?� Ayo sobat ! Cinta sesungguhnya terbingkai dalam mahligai pernikahan. Dalam bingkai itulah kita benar-benar berhak� mengekspresikan seluruh perasaan cinta yang ada� untuk meraih cinta-Nya yang Agung. Lamar atau minta dilamar, hanya itu pilihan.

Jangan terjebak CINTA SEMU !! Jika nama "dia" hadir tanpa diundang, segera ganti dengan istighfar dan sibukkan diri dengan aktifitas yang membutuhkan konsentrasi. Berhati-hatilah dengan hati yang melambung tinggi karena akan sangat sakit bila terhempas.

 

Tulisan ini hanya sekedar wacana untuk sama-sama jadi renungan. Mudah-mudahan kita bisa menikmati CINTA yang dianugerahkan-Nya dengan rasa syukur yang dalam, membuat kita makin mencintai-Nya dalam setiap hembusan nafas, berusaha mempertahankan zikrullah agar tidak berganti dengan nama si "dia". Mari nikmati CINTA hanya untuk mengharap balasan cinta dari Sang Pemilik Cinta, karena hanya Dia yang tidak pernah mengecewakan kita.


http://www.cybermq.com/pustaka/detail/hikmah/383/ketika-cinta-berbalas-


Tebing Bunga Lyli

Posted by zacktiyan on January 21, 2010 at 9:35 AM Comments comments (0)

Dikisahkan, di tepian tebing yang terjal, tumbuhlah setangkai tunas bunga lily. Saat tunas bunga lily mulai bertumbuh, dia tampak seperti sebatang rumput biasa. Tetapi, dia mempunyai keyakinan yang kuat, bahwa kelak dia pasti akan tumbuh menjadi sekuntum bunga lily yang indah.


Rumput-rumput liar di sekitarnya mengejek dan menertawakannya. Burung-burung dan serangga pun menasihatinya agar tunas lily jangan bermimpi menjadi bunga. Mereka pun berkata, "Hai tunas muda, sekalipun kamu bisa mekar menjadi kuntum bunga lily yang cantik, tetapi lihatlah sekitarmu. Di tebing yang terpencil ini, biarpun secantik apa pun dirimu kelak, tidak ada orang yang akan datang melihat dan menikmati keindahanmu."


Diejek seperti itu, tunas bunga lily tetap diam dan semakin rajin menyerap air dan sinar matahari agar akar dan batangnya bertumbuh kuat. Akhirnya, suatu pagi di musim semi, saatnya kuncup pertama pun mulai bertumbuh. Bunga lily merasa senang sekali. Usaha dan kerja kerasnya tidak sia-sia. Hal itu menambah keyakinan dan kepercayaan dirinya.


Dia berkata kepada dirinya sendiri, "Aku akan mekar menjadi sekuntum bunga lily yang indah. Kewajibanku sebagai bunga adalah mekar dan berbunga. Tidak peduli apakah ada orang yang akan melihat atau menikmati keberadaanku. Aku tetap harus mekar dan berbunga sesuai dengan identitasku sebagai bunga lily."


Hari demi hari, waktu terus berjalan. Akhirnya, kuncup bunga lily pun mekar berkembang-tampak indah dan putih warnanya. Saat itulah, rumput liar, burung-burung, dan serangga tidak berani lagi mengejek dan menertawakan si bunga lily.


 

Bunga lily pun tetap rajin memperkuat akar dan bertumbuh terus. Dari satu kuntum menjadi dua kuntum, berkembang lagi, terus dan terus berkembang, semakin banyak. Sehingga jika dilihat dari kejauhan, tebing pun seolah diselimuti oleh hamparan putih bunga-bunga lily yang indah. Orang-orang dari kota maupun desa, mulai berdatangan untuk menikmati keindahan permadani putih bunga lily. Dan tempat itu pun kemudian terkenal dengan sebutan "Tebing Bunga Lily."


 

Para pembaca yang berbahagia,


 

Cerita semangat bunga lily ini menginspirasikan kepada kita, saat kita mempunyai impian, ide, keinginan, atau apapun yang menjadi keyakinan kita untuk diwujudkan, jangan peduli ejekan orang lain! Jangan takut diremehkan oleh orang lain! Tidak perlu menanggapi semua itu dengan emosi, apalagi membenci. Justru sebaliknya, tetaplah yakin dan berjuang dengan segenap kemampuan yang kita miliki. Buktikan semua mimpi bisa menjadi nyata.


 

Hanya dengan bukti keberhasilan yang mampu kita ciptakan, maka identitas kita, jati diri kita, lambat atau cepat pasti akan diakui dan diterima; selaras dengan pepatah yang menyatakan: "A great pleasure in life is doing what people say, you cannot do." Kepuasan terbesar dalam hidup ini adalah mampu melakukan apa yang dikatakan orang lain tidak dapat kita lakukan.

 

Salam sukses luar biasa!


http://www.cybermq.com/kolom/detail/motivation/520/tebing-bunga-lily-mobile.html


Alkisah

Posted by zacktiyan on January 19, 2010 at 6:39 PM Comments comments (0)

KISAH PENDERITAAN KHABBAB GIN AL-ARAT R.a.


Khabbab bin Al- Arat r.a. adalah seorang sahabat yang tubuhnya dipenuhi keberkahan, karena berbagai ujian dan penderitaan dijalan Allah swt yang telah ia alami. Pada masa awal Islam, ia masuk Islam ketika baru ada lima hingga enam orang yang menerima Islam, sehingga cukup lama ia bergelut dengan penderitaan. Ia pernah dipakaikan baju besilalu dibaringkan dibawah terik matahari yang sangat panas. Keringat bercucuran ditubunya. Begitu lama ia disiksa dibawah terik matahari, sehingga daging punggungnya mengelupas karena panas. Ia adalah hamba sahaya milik seorang wanita. Ketika tuannya mengetahui bahwa ia sering menjumpai Rasulullah saw, maka tuannya menghukumnya dengan menusukkan batang besi kekepala Khabab r.a.


Pada masa Khalifah Umar Bin khathtab r.a., Umar r.a. meminta khabbab r.a. menceritakan kembali penderitaannya dahulu pada awal Islam. Khabbab r.a. berkata, lihatlah punggung ku ini, begitu Umar r.a melihat punggungnya, ia bersuru, Belum pernah ku lihat punggung seperti ini, Khabbab r.a berkata, ” Aku diseret diatas timbunan bara api yang menyala sehingga lemak dara yang mengalir dari punggungku memadamkan apinya.”


Setelah Islam jaya dan pintu- pintu kemenangan telah banyak diraih, Khabbab r.a. menangis, ”Jangan- jangan Allah telah membalas penderitaan kita. Aku khwatir balasan ini hnaya didunia. : Khabbbab r.a. meriwayatkan ” Suatu ketika, Nabi saw, sholat lama sekali, tidak seperti biasanya. Lalu ada seorang sahabat yang bertanya tentang sholatnya itu. Jawab Nabi saw, ini adalah shalat yang penuh harap dan takut. Aku mengajukan tiga permintaa kepada Allah swt, dua telah dikabulkan, dan satunya ditolak. Aku bermohon agar umatku tidak dimusnahkan karena kalaparan, doa ini dikabulkan. Kedua, aku memintak agar umatku tidak dikuasai oleh musuh yang akan menghacurkannya sama sekali dan doa inipun dikabulkan- Nya. Yang ketiga aku meminta, agar tidak ada pertingkaian diantara umatku, tetapi doa ini tidak dikabulkan-Nya.


Khabbab r.a. wafat pada usia 37 tahun. Ia adalah sahabat yang pertama kali dikuburkan di Kufah. Setelah wafatnya, Ali. R.a. pernah melewati kuburanya dan berkata, ” Semoga Allah swt merahmati khabbab, dengan semangatnya ia telah meluk Islam, dan ia rela menghabiskan waktunya untuk hijrah, jihad dan menerima segala penderitaan serta musibah. Penuh berkahlah orang yang selalu mengigat hari kiamat dan selalu bersiap- siap m,enerima kitab amalnya pada hari hisab. Dan ia menjalani kehidupan ini dengan menerima apa adanya, dan ia membuat Ridha Tuhannya.


 

FAEDAH

 

 

Sebenarnya Ridha Allah swt, sajalah yang menjadi tujuan utama para sahabat r. Huma. Semuannya yang mereka lakukan semata- mata untuk mendapatka ridha- Nya.


[Motivasi Islami] demi cinta

 


Bedanya Bosan dan Malas

Posted by zacktiyan on December 30, 2009 at 1:35 PM Comments comments (0)

"Waspadalah jika Anda mudah jenuh atau gampang bosan! Bakat leadership Anda mungkin cukup tinggi."

 

Semalam, setelah menyiapkan materi leadership "Tranforming Leaders"untuk para anggota dewan, saya merenungi sesuatu. Sesuatu yangbenar-benar menarik karena menciptakan sebuah cara pandang baru. Carapandang yang menurut saya lebih empowering alias memberdayakan. Carapandang yang bisa merubah paradigma kita selama ini tentang rasa bosan.Saya lalu mengupdate status dengan ungkapan sebagaimana paragrafpertama di atas.

 

John Adair, dalam salah satu buku leadershipnya, mengungkapkan bahwasalah satu karakteristik seorang leader yang ideal dan terus tumbuh,adalah memiliki kualitas toughness ataukeras hati (dan mungkin juga keras kepala) yang sehat. Para leaderdengan kualitas pribadi yang demikian, adalah mereka yang demanding alias penuntut, dan pada saat yang sama sering merasa tidak nyaman di dalam lingkungannya.

 

Ya, tidak nyaman alias bosenan!

 

Rasa tidak nyaman itu muncul karena standar tinggi yangmereka ciptakan sendiri. Segala hal di sekitar mereka, cenderung lebihcepat menjadi membosankan karena di mata mereka semua itu segeramenjadi di bawah standar.

 

Rasa tidak nyaman inilah yang seringkali menciptakan fenomena "out ofthe box", "terobosan", "breakthrough", "kreatifitas", "trend", dansebagainya. Dengan kata lain, kebosanan yang dikontrol dengan baik danterarah sangat mungkin akan menciptakan fenomena kebangkitan atau terobosan.

 

Maka, jika Anda mulai merasa bosan dengan pekerjaan, profesi, atau bisnis Anda saat ini, waspadalah! Anda mungkin punya bakat leadership yang tinggi. Jika Anda bisa mengontrol, menginvestigasi, dan mengelola kebosanan dengan baik dan terarah, sangat mungkin rasa bosan Anda itu, yang selama ini adalah "kendala" dan "masalah", akan berbalik 180 derajat menjadi "peluang" dan "tantangan".

Agar kita bisa melakukan pergeseran "paradigma kebosanan" dari masalah dan kendala, menjadi peluang dan tantangan, maka poin-poin berikut ini layak Anda pertimbangkan.

 

1. Segala sesuatu tidak diciptakan dengan sia-sia. Segala sesuatu punya makna untuk memantaskan dan membesarkan Anda.

 

2. Rasa bosan harus dibedakan dari rasa malas.

 3. Kemampuan membedakan bosan dari malas, bisa berarti perbedaan besar dalam hidup Anda, saat ini dan di masa depan.

 

BOSAN

 

Jika Anda merasa bosan, Anda cenderung meninggalkan yang ada dan mencari yang baru. Anda cenderung melupakan yang di tangan dan mulai mencari dunia luar. Jika Anda bosan, apa yang ada mulai terasa tidak nyaman, dan kemudian Anda mulai mencari-cari alternatif. Anda bosan jika Anda merasakan sesuatu yang monoton dan begitu-begitu saja.

 

Anda harus memastikan, apakah Anda benar-benar merasa bosan atau hanya merasa malas. Anda harus melakukan uji kriteria.

Yang berikut ini adalah pertanyaan yang merupakan turunan dari konsepJohn Adair, tentang elemen mutlak di dalam leadership, yaitu The Leader, The Situation, The Team.

 

"Apa yang sebenarnya saya inginkan?"

"Apa yang bisa saya lakukan sekarang?"

"Siapa yang bisa membantu saya?"

 

The Team - Pertanyaan terakhir itu krusial, sebab ciri dari seorang leader adalah kemampuannya untuk mendapatkan pengikut dan pendukung.

 

The Situation - Pertanyaan yang di tengah juga krusial, sebab memulai segala bentuk transformasi harus dimulai dari diri sendiri.

 

The Leader - This is You - Pertanyaan pertama paling krusial, sebab itu adalah tentang kejelasan visi alias vision clarity. Paling krusial karena secara langsung mengacu kepada eksistensi dan tujuan keberadaan diri.

 

Jika jawaban yang Anda peroleh dari ketiga pertanyaan itu, ternyatamasih terkait sangat erat dengan segala hal yang melekat pada diri Andasaat ini, yaitu pekerjaan Anda, profesi Anda, karir Anda, bisnis Anda,lingkungan dan organisasi Anda, maka bisa jadi; Anda cuma malas!

 

Jika Anda yakin bahwa jawaban Anda memang mengacu kepada berbagai hal baru dan berada di luar sana, maka sangat mungkin Anda perlu menetapkan ulang visi dan misi Anda.

Bosan adalah tentang kejelasan visi, tentang keyakinan dan tentang keterikatan Anda pada visi itu.

 

Bosan adalah tentang WHAT.

 

MALAS

 

Secara sederhana, fenomena kemalasan bisa dideskripsikan begini.

 

Anda tahu bahwa itu baik, pantas, dan layak untuk Anda. Anda berhak, Anda sebenarnya menginginkannya, dan Anda sebenarnya tahu bahwa Anda memang bisa mendapatkannya.

 

Anda hanya sedang terkooptasi oleh keadaan temporer. Anda hanya sedang kebingungan dalam memilih cara untuk menuju ke sana. Dalam konteks ini, Anda hanya perlu berfokus untuk kreatif dalam menjawab pertanyaan yang di tengah.

 

"Apa yang sekarang bisa saya sikapi, putuskan, dan lakukan tentang semua ini?"

 

Malas adalah tentang motivasi.

 

Malas adalah tentang HOW.

 

Waspadalah dalam mengindentifikasi perasaan Anda.

 

Bosan adalah tentang vision clarity, malas adalah tentang motivasi.

Bosan adalah tentang WHAT, malas adalah tentang HOW.

 

Semoga bermanfaat.

 

 



Rss_feed